Nyalakan Harapan dari Desa Lamongan, Kisah Sulthan Alfathir dan Wisata Kampung Inspirasi
Pernahkah terpikir bahwa sebuah desa di Lamongan bisa menjadi tempat belajar dan berwisata yang menginspirasi?
Di tengah banyaknya desa yang masih berjuang mengembangkan potensi lokal, Desa ini justru mampu menunjukkan hal berbeda lewat Wisata Kampung Inspirasi.
Inisiatif ini lahir dari gagasan Sulthan Alfathir, seorang pemuda yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari tempat yang sederhana. Asal, dikerjakan dengan tekad dan kerja nyata.
Dulu, desa ini tidak banyak dikenal. Sebagian warganya harus merantau ke kota karena peluang ekonomi di desa terbatas.
Melihat situasi tersebut, Alfathir merasa perlu berbuat sesuatu. Ia ingin membuktikan bahwa desa bukan sekadar tempat tinggal, tapi juga ruang untuk tumbuh dan berinovasi.
Dari tekad itulah, pada tahun 2018, Wisata Kampung Inspirasi berdiri dan perlahan mengubah wajah desa, tepatnya berlokasi Jl. Sumargo Gang Flamboyan No. 29, Kelurahan Tlogoanyar, Lamongan.
Gagasan yang Tumbuh dari Keresahan
Sebagai warga asli Tlogoanyar, Alfathir melihat sendiri bagaimana potensi desa belum tergarap maksimal.
Padahal, lingkungan desanya asri, masyarakatnya ramah, dan banyak tradisi lokal yang bisa dikembangkan.
Namun semua itu belum menjadi nilai ekonomi. “Kalau terus dibiarkan, anak-anak muda akan pergi semua. Tidak ada alasan bagi mereka untuk tinggal,” ujarnya.
Dari kegelisahan itu, Alfathir mengajak sejumlah pemuda desa berdiskusi. Ia menantang mereka untuk mencari cara agar desa bisa maju tanpa kehilangan jati diri.
Bersama mereka, ia merancang konsep wisata berbasis edukasi, tempat di mana masyarakat bisa belajar, berkreasi, sekaligus mendapatkan penghasilan.
Langkah awalnya sederhana. Mereka membersihkan lahan kosong, memperbaiki area pertanian, dan membuka kegiatan belajar bagi anak-anak. o
Perlahan, warga lain ikut bergabung. Ibu-ibu rumah tangga mulai membuat kerajinan, sementara para pemuda menjadi pemandu wisata dan fasilitator kegiatan.
Belajar dan Berkarya di Kampung Sendiri
Wisata Kampung Inspirasi bukan sekadar tempat wisata. Di sini, pengunjung bisa belajar banyak hal tentang kehidupan desa, mulai dari menanam sayur organik, membuat pupuk kompos, hingga mengenal seni dan budaya lokal.
Ada juga pelatihan kewirausahaan, entrepreneurship camp, serta kegiatan sosial dan lingkungan yang melibatkan warga dan pengunjung.
Setiap kegiatan dirancang agar bermanfaat langsung bagi masyarakat. Anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, sementara orang dewasa mendapat kesempatan menambah penghasilan.
Hasilnya mulai terlihat. Warga yang dulu bergantung pada pekerjaan luar desa kini bisa mandiri.
“Awalnya tidak banyak yang percaya. Tapi setelah melihat hasilnya, mereka ikut berpartisipasi. Sekarang, semua orang merasa memiliki kampung ini,” kata Alfathir.
Desa yang Makin Dikenal
Perlahan tapi pasti, geliat perubahan di desa yang dulu sunyi itu mulai terdengar hingga ke luar Lamongan.
Tempat yang digerakkan oleh Sulthan Alfathir kini menjelma menjadi magnet bagi banyak orang yang ingin belajar tentang bagaimana pemberdayaan bisa tumbuh dari hal-hal sederhana.
Sekolah, komunitas, hingga instansi pemerintahan datang silih berganti, bukan sekadar berwisata, tetapi juga menimba inspirasi tentang cara menggerakkan masyarakat tanpa kehilangan akar tradisinya.
Namun, bagi Alfathir, keberhasilan itu tidak boleh berhenti di satu tempat. Ia percaya, perubahan sejati baru akan terasa ketika semangatnya menular ke desa-desa lain.
Karena itu, ia membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin meniru langkah serupa. Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, Alfathir menularkan semangat kolaborasi bahwa kemajuan tidak selalu bergantung pada bantuan besar, tetapi bisa dimulai dari kerja bersama antara warga, pemerintah desa, dan anak-anak muda yang mau bergerak.
Gerakan yang ia bangun pun tak berhenti di situ. Kini, inisiatif tersebut telah berkembang dan bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup. Sebuah wadah yang benar-benar menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui situs inspirasigo.com, Sulthan Alfathir mengemas berbagai program eduwisata, pelatihan profesi, hingga kegiatan keagamaan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.
Situs itu juga menjadi jendela baru bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dekat konsep desa belajar, sebuah sistem yang memadukan wisata, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu harmoni.
Berawal dari gagasan website yang dikelola itu pula, wajah kampung perlahan berubah.
Warga mulai aktif mengelola sampah melalui sistem terpadu, mengembangkan kebun edukasi, hingga berpartisipasi dalam setiap kegiatan berbasis lingkungan. Semangat gotong royong yang sempat pudar kini tumbuh kembali dalam wujud nyata.
Tak berhenti di Tlogoanyar, jejak gerakan ini kini menjalar ke berbagai daerah sekitar Lamongan, seperti Gresik, Mojokerto, Surabaya, hingga Bojonegoro dan Tuban. Di setiap tempat yang disinggahinya, Alfathir membawa pesan sederhana bahwa inspirasi bisa tumbuh di mana saja, asalkan ada kemauan untuk bergerak bersama.
Melalui kerja keras dan keyakinan yang tak pernah padam, Sulthan Alfathir membuktikan bahwa mimpi sederhana mampu menumbuhkan perubahan besar.
Warga yang dulu hanya menjadi penonton kini turut berperan aktif menjadi pemandu wisata, fasilitator kegiatan, hingga pelaku kuliner lokal yang memperkaya pengalaman pengunjung.
Kini, dari desa tempat ia dilahirkan, Sulthan menyalakan cahaya inspirasi yang merambat ke berbagai penjuru.
Bagi banyak orang, ia bukan sekadar penggerak, tetapi juga pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil dan hati yang tak kenal lelah
Penghargaan dan Harapan ke Depan
Kerja keras Sulthan Alfathir dan masyarakat Tlogoanyar mendapat pengakuan luas. Pada tahun 2023, ia meraih SATU Indonesia Awards dari Astra untuk kategori Lingkungan.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa perubahan di desa bisa diwujudkan dengan inisiatif lokal dan kerja bersama.
Namun bagi Alfathir, penghargaan itu hanyalah bonus.“Yang paling membahagiakan adalah melihat warga bisa mandiri, anak-anak punya tempat belajar, dan desa kami dikenal karena hal positif,” ujarnya.
Ke depan, ia ingin memperluas kegiatan edukasi dan menambah fasilitas agar lebih banyak orang bisa belajar di Wisata Kampung Inspirasi. Ia juga berharap semakin banyak desa di Indonesia yang percaya pada kekuatannya sendiri.
Dari Desa Tlogoanyar, Alfathir membuktikan bahwa perubahan tidak harus dimulai dari kota besar. Dengan tekad dan kerja nyata, desa pun bisa menjadi tempat lahirnya inspirasi dan kemandirian.
#APA2025-PLM